Tampilkan postingan dengan label Asal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2012

Ratapan Seorang Hamba

Ya Allah Kasihanilah Aku      

 Ya Allah ya Tuhan kami, kasihanilah aku ketika telah datang kepadaku maut dan ketika kening itu berkeringat dan ketika rintihan itu terdengar.

Ya Allah ya Tuhan kami, kasihanilah aku ketika dokter yang mengobati aku putus asa dan kekasih pun menangisiku, dan ketika tidak dihiraukan oleh kerabat dan keluargaku.

Ya Allah ya Tuhan kami, kasihanilah aku ketika sakaratul maut mencekam aku dan kekecewaan itu bertubi-tubi dan rasa ketakutan pun menghantui dan air mata pun mengalir tiada henti dan auratpun tersingkap, segala kekuatan dan kemampuan telah sirna.

Ya Allah Tuhan kami, kasihanilah aku ketika ruh sampai ke tenggorokanku dan ketika terdengar suara: Siapa yang dapat menolongmu? Dan ketika perpisahan dengan sanak keluarga itu pasti terjadi dan ketika ketentuan-Mu menjadi kenyataan dan tidak ada seorangpun yang dapat menolongku lagi.

Ya Allah ya Tuhan kami, kasihanilah aku ketika aku diusung di atas pundak mereka menuju engkau, sebagai tanda selamat tinggal untuk selama-lamanya wahai rumah tinggalku, pena dan kertasku menuju tempat gelap gulita.

Ya Allah ya Tuhan kami, kasihanilah aku ketika ditutupi dengan gumpalan-gumpalan tanah dan ketika pintu kuburan pun dikunci rapat-rapat dan ketika keluarga dan kekasih kembali ke rumah dan ketika itu aku hanya seorang diri dalam kesepian dan sedang mengahadapi siksa kubur.

Ya Allah ya Tuhan kami, kasihanilah aku ketika meninggalkan segala macam kenikmatan dan ketika terputus segala kegembiraan dan ketika terdengar suara: Apa yang telah kamu perbuat terhadap Tuhanmu?

Ya Allah ya Tuhan kami, kasihanilah aku ketika dilupakan sehingga tidak ada seorangpun yang mengingatku dan ketika aku tidak mempunyai apa-apa dan tidak ada harapan sedikitpun kecuali hanya kepada Engkau ya Allah yang Maha Pengampun. Ya Allah, apabila Dia berjanji pastilah ditepati dan apabila Dia mengancam, Dia dapat memaafkannya. Kasihanilah aku ya Allah. Orang yang suka lupa dan lengah ini melalui kekasih-Mu Nabi Muhammad SAW dan jadikanlah kami termasuk orang yang bersih dan terpelihara serta hanya kepada Allah-lah aku berserah diri.

Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, kasihanilah aku. Ya Tuhan Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan, muliakanlah aku. Segala puji bagi Allah. Tuhan Semesta Alam.

Yaa arhaman raahimiin, yaa dzaljalaali wakl ikroom, Walhamdulillaahi rabbil’aalamin.

Minggu, 11 Maret 2012

CINTA SEORANG IBU


SUNGGUH LUAR BIASA PENGORBANAN SEORANG IBU
Ini adalah kisah nyata Pengorbanan Ibu selama Gempa Jepang.
Setelah Gempa mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayatnya melalui celah-celah. Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.

Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, "Anak kecil! Ada anak kecil!"

Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.

Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!.....


BERBAKTI PADA IBU BAPAK
..
JANGAN LUPAKAN MEREKA..
JIKA
MEREKA TELAH TIADA, ,
DOA ANAK YANG SHALEH
YANG BISA MENOLONG ORANG TUA KITA..
AMIIIIIN..